My Braces Journey Part 1 : Persiapan, Memilih Klinik dan Biaya
Halo semuanya ! aku ingin menepati janjiku untuk sharing tentang perjalananku selama memakai behel setelah bulan lalu lepas behel. Aku kasih spoiler dulu nih foto before dan afternya.
Aku sendiri memutuskan pasang behel di Mei 2018 karena berbagai alasan. Sebelumnya aku merasa tidak ada masalah dengan struktur gigiku, sampai akhirnya muncul berbagai permasalahan. Yang pertama, kondisi gigiku yang "cakil"-alias bagian bawah lebih maju dibanding yang atas- cukup mengganggu keseharian. Aku sulit mengunyah karena makanan tidak terkunyah dengan baik. Tidak hanya itu, akupun kesulitan berbicara karena kata yang dikeluarkan cenderung cedal. Parahnya, orang-orang sering menganggap bicaraku kurang jelas, karena pengucapan kata yang samar.
Kedua, kondisi ini membuatku menjadi kurang percaya diri ketika berbicara, berfoto dan tersenyum. Let's skip this part, karena balik lagi rasa percaya diri muncul dari tiap individu. Secara pribadi aku kurang nyaman dengan keseharianku yg terganggu karena struktur gigiku, meskipun mungkin orang lain fine-fine aja.
Karena alasan itu, aku merasa perlu melakukan perawatan untuk memperbaiki fungsi gigi. Tentunya sebelum memutuskan, aku melakukan riset mendalam terkait beberapa hal penting, yaitu persiapan diri, pemilihan klinik & dokter dan juga pembiayaan. Aku sadar, keberhasilan perawatan ortho bukan hanya dari dokter yg mumpuni, tetapi juga pasien yang disiplin. So the story began, my 2 years upside down behel journey.
Hal-hal penting untuk mempersiapkan diri
Perlu cukup waktu untukku hingga akhirnya memutuskan memakai behel. Googling pengalaman orang, baca artikel sampai lihat review di Youtube aku jabani. Hal terpenting untuk mempersiapkan diri adalah well-informed dan komitmen diri selama perawatan. Aku sebisa mungkin membekali diri dengan informasi seputar total biaya yg perlu aku tanggung, biaya per bulan, juga resiko-resiko apa saja yang akan aku hadapi ketika memakai behel.
Memakai behel itu butuh pengorbanan waktu, tenaga dan kantong. Prinsipku, kalau sudah memulai, harus berani disiplin agar perawatannya efektif tanpa membuang waktu dan biaya. Kuncinya adalah komitmen. Komitmen seperti apa ? Sederhananya rajin kontrol, rajin membersihkan gigi, mengikuti anjuran dokter, kalau ada keluhan langsung atur jadwal ketemuan. Saking jarangnya bracketku lepas, sampai dokter bilang "Loh April, kok bracketnya bisa lepas, tumben". 😂
Komitmen ini membantu kita untuk membangun mental dan keyakinan kalau perawatan ini akan berhasil jika aku disiplin selama prosesnya. Yakinlah, seberapa besar rasa sakit yang dirasakan, akan pay off pada waktunya. Yosh!
Pilih klinik yang sesuai dengan rencana perawatan
Untuk klinik, aku mempercayakan pada Dental Universe, Tebet (aku gak di endorse, murni review sebagai costumer yang puas pada pelayanannya). Sebelumnya aku melakukan banyak survei klinik gigi, tapi karena alasan lokasi yang dekat dengan rumah, harga yang sedang ada promo pemasangan behel, dan juga banyaknya review positif dari sosial media, aku memilih kesini.
Tahapan pertama adalah konsultasi dengan dokter gigi. Pada tahap ini dokter akan memeriksa struktur gigi kita dan juga memberi rujukan untuk rontgen gigi. Setelah dokter menentukan tipe kasus, mereka akan berdiskusi dengan kita. Saat itu aku memiliki kasus kelas III (bagian bawah lebih maju) dan juga gigi gingsul. Kabar mencengangkannya, kasus kelas III membutuhkan perawatan yang intensif dan lebih sulit dibanding kasus lainnya karena rahang bawah aktif bergerak untuk mengunyah, jadi pergerakan gigi tidak semudah menggerakkan gigi atas. Karena hal ini, dokter gigiku menganjurkan memilih behel yang kuat alih-alih kualitas behel biasa. Aku menggunakan behel kawat tipe Mini Diamond. Di tahap ini dokter juga memberikan rincian harga dan proyeksi waktu perawatan sampai selesai.
Syukurnya, aku bertemu dengan dokter yang ramah, namanya Drg. Prasti. Dia menanggapi banyak pertanyaanku yang membuatku jadi lebih excited buat memulai. (dasarnya aku orangnya cerewet dan banyak nanya, apalagi kan masih tahap awal, masih konsultasi, kita masih bisa minta di assign ke dokter lain, atau bahkan ganti klinik kalau kita nggak sreg).
Setelah konsultasi, tahapan kedua adalah pemasangan kawat gigi. Kebetulan saat konsultasi aku tidak perlu mencabut gigi, jadi langsung skip ke proses scalling dan tahap pemasangan.
Gimana rasanya ? setelah pasang behel, sore sampai malamnya aku masih pergi ke acara Bridal Shower sahabatku, masih sempat dandan cantik, makan-makan dan foto-foto cantik. Pokoknya 8 jam pertama rasanya gigi sedikit kencang karena ada behel yang menarik, tapi belum mengganggu. The real disaster datang pada saat malam hari. Aku tidak bisa tidur, semua gigi rasanya tertarik, rasa ngilu dan sakit yang konstan terus menghantui. Malam pertama dengan behel sukses terlewati dengan mimpi punya gigi yang rontok-sungguh menyiksa-. Keesokan harinya mulut serasa kram, gigi mengatup rasanya sakit, makan juga sangat sulit. Saat itu aku dianjurkan hanya memakan makanan lembut seperti bubur atau makanan yg sudah dipotong dadu kecil hingga 7 hari kedepan. Sekali lagi, rasa sakit itu gak akan terlewati tanpa adanya komitmen (balik lagi ke poin pertama 😁)
Prakiraan Pembiayaan
Kalau direkap berdasarkan pengalamanku pasang behel di Jakarta pada tahun 2018, rincian biaya sbb:
- Rontgen Gigi: Rp. 500.000 di MNC Hospital Jaksel
- Konsultasi Gigi : Gratis karena ada promo pemasangan behel (kalau tidak promo Rp.170.000)
- Behel Metal Mini Diamond : +- 9 juta (tapi waktu itu ada promo 50% jadi hanya bayar 4.5 juta)
- Kontrol rutin : Range 250-300 ribu (sudah termasuk 20% diskon member) setiap 3-4 minggu. Seingatku harganya naik per 2019, jadi 300-400 ribu per kontrol. (Harga kontrol ini tergantung dari tipe behelnya.)
- Biaya lain-lain: Biasanya muncul tergantung kondisi, jika ada bracket behel lepas, pemasangan lemnya Rp.100.000.
- Biaya Cabut Gigi atau Tambal Gigi (sesuai harga di klinik, aku biasanya menggunakan asuransi perawatan dasar).
- Biaya alat tambahan karet elastis dll. Biasanya dokter akan menerangkan perawatan tambahan apa yang diperlukan.
Aku secara pribadi selalu menyisihkan uang 500 ribu - 1 juta setiap bulannya, untuk mengantisipasi adanya perawatan tambahan, karena kasusku cukup rumit, sempat harus menggunakan karet elastis dan pengganjal (aku lupa sebutan ortho nya). Total pembiayaan keseluruhan perawatan sangat tergantung dari lamanya perawatan dan jumlah tindakan. Alhamdulillah setelah berkomitmen, aku sendiri tidak pernah skip kontrol rutin, sehingga bisa melepas behel di 2 tahun 2 bulan (Mei 2018 - Juli 2020).
--------------------------------------------------------
Jadi begitulah kira-kira tahapan awal pasang behel. Singkatnya komitmen, pemilihan klinik dan rencana pembiayaan jadi salah satu awal untuk memulai. Tapi secara pribadi, aku sangat menekankan pada "komitmen". Pada awalnya terlihat sulit harus mengorbankan waktu rutin ke dokter gigi, merelakan waktu leyeh-leyeh dirumah saat weekend. Merasakan rasa sakit tiap karet dikencangkan, susah makan dan kepala cenut-cenut padahal besoknya lembur dan ada presentasi di kantor. Perlu siapin budget tersendiri yang kadang maunya dipakai buat belanja. Sekali lagi, kuncinya "komitmen". Yakinlah, rintangan yang diawal rasanya sulit, setelah dijalani akan lebih mudah karena kita terbiasa. So, semangat semuanya yg berencana pakai behel demi tujuan rapih dan kembalinya fungsi gigi yang baik💪💪💪💪💪
Untuk part kali ini aku sudahi dulu, selanjutnya aku akan bercerita di part-2 soal progress per bulan dan tips memakai behel, dan part-3 seputar lepas behel dan pasca perawatan behel. Semoga sedikit sharingnya bisa membantu teman-teman yang berencana dan sedang pakai behel ya ! Ganbatte ! Wait for the next stories !



Komentar
Posting Komentar