My Wedding Story Part 2 -Tips Jadi WO Pernikahan Sendiri

Setelah sekian lama hiatus, kini aku kembali disaat COVID-19 merebak di dunia untuk melanjutkan cerita yang sempat tertunda. Maklum, baru ada waktu selama self-quarantine.

Di tulisan kali ini, aku akan berbagi cerita tentang My Wedding Story - Part 2 tentang pengalaman menjadi WO di pernikahan sendiri, dan berbagi sedikit tips buat kalian. Semoga bisa menjadi inspirasi buat kalian para Bride dan Groom to-be-control-freak yang ingin menjadi WO di pernikahan sendiri. Cerita pertama bisa dibaca disini ya My Wedding Story - Part 1


---

Menjadi WO di pernikahan diri sendiri mungkin jadi impian sebagian besar orang, terutama bagi kalian yang control-freak dan punya "impian" untuk mengatur bagaimana pernikahan kalian seharusnya dilaksanakan. Tapi, tidak sedikit juga yang gak mau report atau karena permintaan orang tua yang ribet, akhirnya menyerahkan semuanya kepada WO . Itu semua sah-sah saja karena semua itu pilihan. Tapi kalau di case aku, mengingat budget WO itu nggak sedikit, maka aku dan pasangan memutuskan untuk merencanakan pernikahan sampai tek-tokan dengan vendor berdua. YES. Hanya berdua, tanpa bantuan orang tua. Alasannya simple, ingin buat orang tua tidak terlalu meribetkan diri kedalam urusan pernikahan.

Susah nggak ngurusin semuanya?kan posisinya aku dan pasangan LDR ? kan banyak banget hal yang harus diurusin dan juga perintilan-perintilanya? EITS ! bagi kalian yang suka tantangan, gak perlu khawatir, jadi WO pernikahan sendiri itu super memuaskan apalagi setelah semuanya kejadian, rasanya PUAS.

Jadi aku mau share tips-tips kepada kalian yang siapa tau bisa membantu :)

1. Diskusi dengan keluarga dan membuat rules dan batasan

Poin ini adalah yang paling penting di stage awal. Meskipun kalian sudah punya impian dari kecil atau niatan untuk menjadi WO di pernikahan kalian, niatan ini bisa hilang seketika  jika tidak mendapat restu orang tua. Semua orang punya konsep pernikahan yang berbeda-beda. Ada yang menganggap pernikahan adalah hajatan orang tua, yang mana semuanya harus diurus oleh keluarga. Tapi ada pula pasangan dan orang tua yang lebih selow dalam memandang pernikahan, yang penting sah secara agama dan menyerahkan semua urusan kepada anaknya.

Jika keputusan menjadi WO di pernikahan sendiri disepakati, hal yang nggak kalah penting adalah membuat rules dan Batasan. Kenapa ? yup karena seiring berjalannya waktu, akan ada banyak sekali pihak yang "ikut campur". Bisa orang tua, mertua, saudara, bahkan teman sendiri. Mengapa rules dan batasan penting ?  Hal ini untuk menghindari adanya perdebatan ataupun konflik jika terdapat perbedaan pendapat. Sebagai contoh di kasusku, aku membuat rules bahwa SEMUA urusan terkait pernikah aku dan pasangan yang mengurus, dengan batasan jika ada masukan dari pihak lain, maka akan dipertimbangkan. Tetapi semua keputusan ada di tangan kami. Kalian bisa sesuaikan sendiri setelah berdiskusi dengan pasangan dan keluarga.

2. Membuat Konsep Pernikahan 

Di stage ini, kita perlu tau kalau tidak semua orang punya pemahaman yang sama terhadap apa yang kita inginkan. Contohnya saja di pernikahanku, aku menginginkan pernikahan yang sederhana dengan mengundang tamu terbatas keluarga, sahabat dan kolega. Namun budaya Jawa mengganggap asing dengan konsep ini. Solusinya ? aku membuat wedding plan dalam bentuk PPT tentang konsep pernikahanku.

Konsep ini sangat membantu kita untuk berkoordinasi kedepannya dengan berbagai vendor, briefing ke keluarga besar dan bahkan berkomunikasi dengan pasangan. To make people on the same page. 
Didalamnya berisi (1) Konsep besar Pernikahan (2) Perencanaan Wedding (Tempat, Waktu, Lokasi, jumlah tamu) (3) Perencanaan di tiap items meliputi Venue (Konsep ballrooms & denah lokasi), Dekorasi (Tema, guideline warna, gambar2 inspirasi), Entertainment (Pengisi Acara, MC dan susunan acara), Seserahan, Undangan, Souvenir, Make Up, Wedding Dress, Bouquet, Fotografi.

Wedding Plan aku yang secara konsisten di update sesuai dengan perkembangan. 

3. Membuat Financial Plan di Excel

Setelah semua konsep dan ekspektasi dituangkan dalam PPT, kita perlu merealisasikan ide kita menjadi kenyataan. Terkadang, ide kita yang besar bisa saja rusak terbatas anggaran. Untuk menghindari itu, kita perlu membuat % anggaran di tiap item dan terus mengupdate secara berkala sembari kalian survey vendor soal harga dan fisibiliitas dari ide kalian.

Dibawah ini salah satu contoh Financial Plan Wedding ku (bagian budget aku hide karena sensitif)

File ini sangat membantu untuk mengorganisir item2 yang sangat banyak dalam pernikahan, dan menjadi acuan file setiap ada update dari vendor.

Financial Plan yang secara berkala diupdate 


4. Rekap Perbandingan Vendor 

Mengurus pernikahan sendiri ditengah waktu bekerja kadang membuat kita lupa dengan vendor-vendor mana saja yang sudah kita hubungi untuk ditanyai pricelist. Untuk mengatasi ini, aku buat satu sheet tambahan dengan segala informasi vendor, kontak, lokasi,harga dan screenshot portfolionya. Disini akan sangat membantu kalian dalam mempertimbangkan vendor mana yang paling worth it.  Tapi bagian ini bisa di skip kalau kalian sudah tau akan menggunakan vendor apa.


5. Membuat Brief yang Jelas untuk Vendor

Kalian pasti ingin memastikan bahwa ide kalian bisa terimplementasikan sesuai keinginan dan selera kalian. Masalahnya, terkadang tidak semua vendor paham dengan kemauanmu. Salah satu trik menyiasatinya adalah dengan memberikan brief dengan detail, kalau perlu berikan gambar referensi dan color guide. Dibawah ini adalah salah satu contoh brief untuk invitation yang aku dapat dari Pinterest dimana tidak ada vendor yg sebelumnya pernah membuat design seperti itu. Makanya aku membuat brief sejelas mungkin agar apa yang aku inginkan dapat terealisasi dan menghindari control freak macam kita marah-marah emosi :)


Brief dalam bentuk excel 
Hasil cetak undangan, sesuai banget sama ekspektasi :) *P.S: Warna aslinya mirip yang di brief, efek pencahayaan foto

6. Buat Rundown Acara dan Susunan Acara

Yap, kita memang jadi WO di pernikahan sendiri. Tp ingat, ketika hari-H, kalian nggak akan sempat untuk urus detail perintilan dari semua rencana yang sudah kalian susun. Faktanya, kalian perlu bantuan MC / Vendor / Keluarga / Runner yang akan membantu di hari menjalankan semua rencana kalian :) Tipsnya disini, kalian perlu deploy semua yang ada di pikiran kalian dalam sebuah Rundown dan Susunan Acara sebagai pegangan mereka agar bisa menjalankan sesuai brief. Pastinya disaat Technical Meeting, kalian sudah menjelaskan secara jelas dan detail, tetapi disaat hari-H, segala macam hal diluar ekspektasi mungkin terjadi. Jadi ingat, percayakan semuanya kepada tim (vendor ataupun orang yg dipercayakan). Maka, kita perlu Rundown dan Susunan Acara yang jelas. Berikut ini contohnya :)

Contoh format rundown Resepsi Pernikahan

Contoh RunDown untuk Jam J yang membantu mengkoordinisir acara saat Hari-H 


7. Buat Group WA dengan Vendor

Last but not least, komunikasi menjadi hal yang sangat utama jika kalian ingin mewujudkan pernikahan impian didalam kepala kalian menjadi kenyataan :) buatlah group WA untuk mendiskusikan segala yang ada di pikiran kalian, tanyakan possibility dan feasibility setiap apa yang kalian inginkan. Meskipun kita adalah WO pernikahan kita, kadang tidak semua ide bisa direalisasikan karena berbagai keterbatasan. Oleh karenanya komunikasi sangat penting, jadi kita bisa meminimalisir misunderstanding dan konflik.

FYI,pada saat itu posisi ku di Jakarta, Suami di Singapura, Orang Tua ku di Banjarnegara, Mertuaku di Batam, Keluarga Besar kebanyakan di Banjarnegara, Yogyakarta, Batam, teman-temanku tersebar seantero Indonesia yang mostly di Jakarta, begitupun teman Dedi di Singapura, Batam dan Jakarta. Sedangkan acara pernikahan kami di Yogyakarta dengan segala vendor di Yogyakarta. Untungnya ada Whatsapp ! Sebagian besar  koordinasi kami lakukan via chat, video call ataupun concall. Untuk aku pribadi, ke Jogja hanya 2 kali di 2 bulan sebelum Hari-H dan 2 hari sebelum pernikahan.
---

Jadi dari keseluruhan tulisan panjang ini, semoga bisa membantu kalian merencanakan pernikahan idaman kalian ya ! P.S : Mau share Video Pernikahanku The Intimate Wedding 091119 April -Dedi (Full) The Intimate Wedding 091119 April - Dedi (Short)






Komentar

Postingan Populer